Tiga Tujuh!

19:13 3 Comments

Assalamu'alaikum

Alooohaa! Halo kawan-kawan semua!

Minggu UAS Ganjil kali ini cukup melelahkan. Padahal saya tidak ingin terlalu serius menjalaninya. Tapi ini adalah UAS terakhir di tingkat SMA, jadi takkan saya lewatkan tanpa membuat sebuah sejarah. Karena "Manusia dilahirkan untuk membuat sejarah.". Begitulah kata Mr. Wang a.k.a Pak Danuangsa guru mata pelajaran bahasa Inggris di Prosus INTEN. Daaaan.. Sepertinya tadi pagi saya berhasil membuat sejarah baru dengan menyelesaikan soal UAS dalam waktu kurang dari sama dengan 37 menit. Ti-ga-pu-luh-tu-juh-me-nit saja saudara-saudara! Memang pelajarannya cuma TIK dan itu pun soalnya pernah dibahas. Tapi ya tetap saja itu berhasil membuat pengawas dan seisi kelas jadi kaget dan bengong. Setelah mengumpulkan soal dan ambil tas saya langsung pergi keluar kelas diiringi tatapan mata seisi kelas. Mungkin disamping kagum mereka juga terpesona oleh ketampanan saya. Hahaha.. Mungkin saja kan. Ingat, tidak ada yang tidak mungkin. Karena itu sebenarnya tidak mungkin itu tidak mungkin. (Coba Anda baca kalimat terakhir itu sebanyak 37x. Saya masih sangsi apakah Anda akan mengerti maksudnya. Karena saya pun tidak mengerti.)

Di luar kelas, bingung dong mau ke mana dan melakukan apa. Saya satu jam lebih cepat dari jadwal keluar kelas loh! Setiap guru yang saya temui saat menuju gerbang heran melihat siswa berkeliaran dengan membawa tas saat masih waktu ujian. Kelas lain pun kasak-kusuk saat saya lewat kelas mereka. Dan bahkan saat mau keluar gerbang saya harus lapor satpam! Ckckck.. Di luar sekolah saya ingat pesan Ayah. Bukan! Bukan "Ilman, pulang sekolah langsung ke rumah!". Tapi pesan Ayah semalam agar saya segera membuka rekening di bank berhubung sebagai pemuda yang ehm sudah 17 tahun dan memiliki ktp. Jadi lah saya pergi menuju bank. Ayah menyuruh saya membuka rekening di bank syariah. Lembaganya beliau bebaskan saya yang memilih. Lalu, jatuh lah pilihan saya pada salah satu bank syariah yang sehari sebelumnya sudah saya tanya alamatnya ke satpam bank dekat sekolah. Petunjuknya adalah "Tau stadion Persib? Nah, sebelah sananya!". Itu sangat tidak jelas kan. Ke sananya itu bisa ke sebelah kanannya, kirinya, depannya, atau belakangnya. Dengan pikiran bank yang saya cari tidak akan jauh dari sana saya langsung menuju Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Di sana, tepatnya di halte depan stadion saya bertanya pada petugas DAMRI yang sedang bertugas seandainya dia tau. Dengan sangat yakin dia berkata, "Waduh Jang! Atuh Bank Syariah M*****i mah paling deket juga di Asia Afrika. Deket sini mah ga ada!". Dengan langkah gontai saya lanjutkan berjalan kaki menuju arah simpang lima. Karena saya yakin satpam yang saya tanya kemarin lebih tahu. Tidak lama kemudian saya melihat plang nama bank. Samar-samar saya liat plang itu. Dan ketika sudah dekat saya melihat tulisan "Bank Syariah M*****i". Setelah membaca plang itu, ingin sekali rasanya kembali ke halte lalu berkata pada petugas DAMRI yang tadi saya tanya, "Pak, kalo ada yang tanya BSM, itu tuh tempatnya! Cuma 15 meter dari sini.". Namun setelah dipikir masak-masak dan matang-matang rasanya buang waktu kalau dilakukan. Jadilah saya langsung masuk ke dalam gedung bank dan disambut oleh satpam yang ramah yang bertanya apakah ada yang bisa dia bantu. Saya katakan saja saya ingin membuka rekening baru. Setelah itu saya diberi nomor antrean dan menunggu sebentar sebelum dipersilakan berbicara langsung dengan cuatomer service. Setelah diterangkan jenis program dan blablabla jenis tabungan dan blablabla mengisi sejumlah formulir blablabla akhirnya saya diberi kartu atm dan buku tabungan. Lalu dipersilakan melakukan setoran di teller. Di sana saya baru diberikan pin yang saat tulisan ini dibuat pun belum saya lihat.


Ada yang ajaib saat saya membuka rekening, yaitu banyak angka kebanggaan saya muncul! Ceritanya, saat saya mengisi formulir dengan iseng saya bertanya, "Mba, boleh ngga sih saya milih kartu atm-nya." dengan harapan saya bisa memilih kartu yang nomornya berakhiran 37. CS menjawab "Maaf Mas Ilman, tapi itu tidak bisa." sambil memberikan kartu atm pada saya. Dalam hati, saya sedikit sedih. Tapi, setelah melihat kartu, saya benar-benar kaget karena di tengan nomor serinya ternyata ada angka 37. Wow! Setelah selesai mengisi formulir, CS tadi memberikan buku tabungan sambil menjelaskan sesuatu. Hanya hanya menganggukan kepala agar CS itu cepat selesai berbicara. " ... Dan ini nomor rekening Mas Ilman." saya ingat sekali saat mendengar itu saya semakin terkejut. Ternyata nomor rekening saya diawali angka 37. Wow! Terakhir, di rumah, saat melihat buku tabungan ternyata kode cabang bank tempat saya mendaftark adalah 370. (lagi-lagi) Wow! Andai saja hari ini tanggal 3 Juli mungkin akan lebih sempurna. Pernah dengar alam semesta mendengar pikiran alam bawah sadar kita? Hari ini saya merasakannya. Saking senangnya sampai-sampai di rumah saya dengar ada lagu liriknya "sekarang atau 37 tahun lagi.." aneh kan!



Teruslah menanam pikiran positif dalam pikiran Anda! karena itu tidak akan tumbuh di kepala, tapi akan membantu Anda mendapatkan harapan Anda.

Sekian cerita saya malam ini. Terima kasih.

Ilman Dzikri

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

3 comments:

  1. gahahahahaha
    udah dibintangin nama banknya, masa pas di fotonya di liatin XD
    tapi ga dibintangin juga ketauan sih... :/

    ReplyDelete
  2. *menanamkan pikiran positif* UI UI UI UI UI UI UI UI UI UI UI UI UI Universitas Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Sok ais pikirkan terus. siapa tau masuk UniPersitas Indonesia. wkwkwkwk..

    ReplyDelete