Saat Tersedak. Eh, Maksudnya Terdesak

Percaya atau ngga, posisi atau kondisi terdesak sering membantu kita mengeluarkan potensi terbaik yang ada dalam diri kita. Misalnya, orang yang miskin agar bisa hidup layak dia harus berpikir lebih keras dan lebih kreatif. Karena kondisi kemiskinannya, akhirnya dia membuat suatu hal yang baru dan menjadi sukses. Cerita itu dengan mudah kita temukan di negeri manapun. Atau contoh lebih mudahnya, seseorang yang ga bisa lari atau lambat larinya, pasti bakal lari dengan kemampuan maksimalnya saat dikejar anjing. Dan hari ini saya membuktikannya sedikit. Saya yang cenderung dominan otak kanan, ga bisa gambar sesuatu dengan bagus. Tapi berhubung guru biologi ngasih tugas yang nilainya setara nilai 2 ulangan harian, mau ga mau saya harus ngerjain biar dapet nilai bagus di rapot dan nantinya bisa berkuliah di FTI ITB. Amin. Dan ini lah hasil kerja keras saya selama seharian 6 jam.


Anatomi Kulit


Anatomi Mata


Anatomi Telinga


Anatomi Penis dan Proses Spermatogenesis


Anatomi Vagina dan Proses Oogenesis

Bagi Anda yang menganggap gambaran saya biasa aja atau jelek ga apa-apa. Di dunia ini memang banyak orang yang bisa gambar lebih baik dari saya. Tapi buat saya, semua gambar itu karya yang bisa dibanggakan. Dibuat dengan cinta dan kasih sayang pensil, penghapus, spidol, dan pensil warna, dengan sungguh-sungguh dan keringat sendiri (yang ini serius). Dan setelah semua gambar itu selesai (meski tanpa keterangan) saya merasa ternyata saya juga punya bakat gambar atau ga bego-bego amat lah. 

Jadi saudara-saudara sekalian, tidur lah dengan cukup, minum air putih yang banyak dan rajin berolahraga agar kulit anda sehat dan segar tidak seperti saya. Eh, maksudnya kadang kita perlu keluar dari zona aman dan nyaman kita untuk bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Jika orang lain membuat kita masuk zona terdesak (seperti saya) jangan marah atau kesal. Mungkin ini momen untuk kita mengeluarkan kemampuan terbaik dalam diri kita yang bahkan mungkin kita sendiri ga tau dan ga sadar. 

Semoga pengalaman ini berguna bagi siapa saja yang membaca. Soalnya sia-sia dong saya maksain nulis sampe malem padahal besok harus bangun jam 4 pagi kalo ga berguna. Hehe..

Ok reader, see you next time in another post. Bye!


Ilman Dzikri

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: